Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

2. Merpati

Merpati Entah apa lagi yang cocok selain merpati untuk sebutannya. Manis sekali senyumnnya. Julaeha namanya, si puteri sulungnya kepala desa. Kecantikannya melibihi kembang desa sekali pun. Tak paham lagi bagaimana penciptaan Tuhan atasnya. Suatu hari, Julaeha terlihat sangat terburu-buru. Tak tahu mengapa, tapi berjalan lebih cepat dari pada orang berlari. Heran sekali warga pada siang itu. Mukanya pucat bak menyiratkan ada suatu yang tidak beres dan harus segera dituntaskan. Dia berjalan dengan tidak peduli siapa pun. Di desa ini, tak lazim rasanya seorang anak kepala desa bersikap demikian. Warga menganggap Julaeha sombong, meski kebaikan yang dilakukan sebelumnya banyak dilakukan. Nila setitik merusak susu sebelanga, kiranya itu yang paling pas. Dia menuju klontong di pinggir pelabuhan klotok. Mengejutkan, dia membeli kopi dan rokok. Apa iya Julaeha merokok? Tak apa lah, terserah dia, buat apa dirisaukan. Warga bertanya-tanya. Ibu-ibu langsung bergosip. Pem...