Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

1. Sulit

Sulit Tidak mudah memang hidup di tengah perkampungan. Setidaknya ini yang aku rasakan. Bukan soal aku tidak bersyukur pada Sang Pencipta. Bukan. Aku, terkadang, hanya ingin merasakan kota di luar sana. Bukan kampung ini setiap hari. Orang-orang yang pernah pergi ke kota dengan indahnya bercerita betapa mudahnya hidup di kota. Ingin ke sini ada kendaraan umumnya. Ingin ke sana dapat menumpang sepeda motor, minimal bermerk legenda. Bingung ingin tidur, banyak mereka memilih teras masjid. Terkadang beralas kardus di sudut toko pun nyaman. Setidaknya ini yang mengimpikanku untuk merantau ke kota.  Aku tinggal di pelosok. Nama kampungku tidak terlalu sulit. Kampung Tanjung Daha namanya. Mungkin tidak mudah mencari di peta atau bahkan buku atlas yang setebal novel Alchemist karya Coelho. Bila tuan ingin ke kampungku, cukup mudah. Dari kota Banjar pilihlah bus semi ¾ yang saat ini memang sudah reot. Jika jalan sedikit tidak rata, serasa bus ini akan hancur lebur. Ban depan akan ...