4. Pasar Kenangan
Akhir pekan ini, ayah telah merencanakan wisata ke pasar malam. Pasar malam cik! Menarik bukan? Memang tinggal di kampung sangatlah sulit. Akses tidak mudah. Keinginan untuk mengunjungi kota besar hanya angan di atas angin. Atau bahkan di langit nun jauh di sana. Bisa pula tembus bumi, apalagi buat kami keluarga yang biasa saja. Dari dulu kami hanya sering dengar nama “Taman Ria Remaja” di Jakarta. Tak pernah melihatnya melalui TV di pos ronda, apalagi lihat langsung. Begitulah, tapi kami tetap senang. Sebab tak ada pengaruhnya pula bisa melihat itu secara langsung, mungkin kebahagiaan sesaat saja dan menjadi kenangan beberapa hari setelahnya. Paman Salim namanya, seorang juragan yang sedia kala setiap bulan menyediakan pasar malam. Entah dari mana uangnya, namun dia bisa memanggil para penyumbang untuk pasar malam. Sehingga menyediakan ladang usaha bagi warga kampungku meski hanya tiga malam dalam sebulan. Tetapi kami senang dengan itu. Sedikit cerita, Paman Salim,...