Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Lapang

'Kan kugubah banyak syair Tuk mensyukuri takdir Daripada pengalaman dan jiwa yang fakir Sepanjang perjalanan sebagai musafir Barangkali aku melangkah masihlah dekat Pun dalam tempo ketukan yang lambat Laksana sampan dihampiri ombak, ia terhambat Tetap berjalan tegap dan nekat Cahaya-Mu memang selalu ada Duduk tegak dalam kalbu di dada Terasa dalam rumah kehadiran-Mu jua Memberi jawaban atas nasib melanda Tuhanku, Terima kasih haturku, Atas kelapangan daripada nikmatmu, Kini pintu jua jalan semakin nampak dalam pandangku.

Cahaya Sang Raja

Rumi benar dalam berkata Pasal cinta yang mengubah segalanya Cuka menjadi anggur yang dirasa Duri bak mawar merah merona Hamzah pun tiada keliru Pasal mabuk cintanya sedalam laut yang biru Ia mencari cinta sejatinya dengan penuh rindu Ternyata dalam rumah Ia bertemu Ibn Arabi pun mendapat cinta Daripada salamnya pada Salma Jiwa yang terpaku di atas tanah-Nya Mengenal Tuhannya tanpa cidera Abdul Hadi juga demikian Mendapat cinta dari sang Rahman Merindu Ia dengan payah dan beban Mencinta Ia tiada lawan Mulai aku dihampiri cahaya Daripada lilin yang membagi bara Mulai aku berjalan membawa sukma Menyambut pintu pulang menuju Sang Raja

Lilin yang Malu

Tidaklah aku mengerti Mengapa detik berjalan lambat sekali Hanya untuk menunggu pasti Pada pertemuan yang sangat ku nanti Tidaklah aku bertahan Pada masa yang tiada berteman Hanya untuk sebuah pertemuan Yang ku yakin memang akan penuh kesan Tidaklah aku mencinta Pada sesuatu yang tidak patut didamba Meski burung berkicau memberi tanda Bahwa aku telah dibuta Tidaklah aku ragu Akan keputusan yang telah dipaku Meski datangnya lilin ini dengan malu Sungguhpun dia memang untukmu.

Nur yang Hadir

Yakin ku pada kedekatan Mu Yakin ku pada kehadiran Mu Keyakinanku akan janji Mu Kepercayaanku akan wujud Mu Sungguh Nur itu telah hadir Dalam batin percaya pada takdir Nur membawa rindu penuh dengan anasir Mengarahkan hayat untuk terus mengalir Aku memang nafs yang miskin Mencari cahaya pada amakin Mulai bertafakur dalam yakin Mengejar cinta lagi batin Dia memang zat kekasih Membagi cinta tiada pamrih Mencipta makhluk tiada letih Mengutus insan jiwa yang bersih