Daun yang Tergila
Daun itu mulai tumbuh Di kala ia dijumpai mentari Pancarannya yang hangat memanglah menyentuh Pada kerasnya sebuah hati Daun itu semakin tumbuh Pada setiap perjumpaan dengan senyumnya Seakan pancarnya akan menghangatkan tanpa peluh Pada hatiku yang begitu dinginnya Daun itu menjadi layu Karena surya kini di senja Layaknya ia tau sinarnya takkan lagi merayu Pada hati yang sudah mulai membuka Daun itu akhirnya gugur Karena perginya sang mentari; Dia mati tersungkur Karena hati yang kembali menyendiri Namun, daun itu bangkit di atas pijakannya Ketika fajar mulai menampakkan wajahnya Kini si pemilik daun itu pun bertanya Apa raga serta batinku seakan Qais terhadap Lailanya? Karena daun: jiwa telah fana Karena daun: jiwa telah abadi