Sudut Jendela Nelangsa
Dari sudut pandang jendela Semua kurasa fana Terkadang hampa menghampiri Sembari mengusir bahagia yang harusnya abadi Pada sajak Rumi aku terpaku Bahwa cinta kutafsirkan ialah perlu Tanpa dia, lirik dan larik hanyalah kata-kata kosong. Sendu. Sunyi. Termenung Tak ada rasa, bagai mentari yang bersembunyi dari awan yang mendung Namun bila kembali pada hati ini Selalu aku bertanya, perlukah dia hadir saat ini? Sedang ia selalu kontra dengan norma Hanya membuatku berpijak pada nestapa. Nelangsa.