Mengapa, Senja?

Pada ruang jantungku yang terus mengadu
Seraya hati bersua pada jiwa Senja yang sendu
Meski aku tak sedikit pun tahu
Apa Senja pun memikirkan bayanganku

Atau barangkali sedikit saja
Sudi pula aku berharap padanya
Meski aku terjebak pada nestapa
Bunga Senja yang memberiku suasana nelangsa

Tak ada kemudahan dalam perjalanan ini
Begitu pula dalam perjuangan ini
Pun dalam pertapaan malam ini
Juga dalam perenungan jiwa yang abadi

Mengapa, Senja?
Mengapa selalu kau yang ada
Mengapa kau tidak menghilang saja
Mengapa aku yang selalu kalah ketika bayangmu tiba

Meski ku tahu ketibaanmu ialah sia-sia.


Komentar