Sudut Jendela Nelangsa
Dari sudut pandang jendela
Semua kurasa fana
Terkadang hampa menghampiri
Sembari mengusir bahagia yang harusnya abadi
Pada sajak Rumi aku terpaku
Bahwa cinta kutafsirkan ialah perlu
Tanpa dia, lirik dan larik hanyalah kata-kata kosong.
Sendu. Sunyi. Termenung
Tak ada rasa, bagai mentari yang bersembunyi dari awan yang mendung
Namun bila kembali pada hati ini
Selalu aku bertanya, perlukah dia hadir saat ini?
Sedang ia selalu kontra dengan norma
Hanya membuatku berpijak pada nestapa.
Nelangsa.
Semua kurasa fana
Terkadang hampa menghampiri
Sembari mengusir bahagia yang harusnya abadi
Pada sajak Rumi aku terpaku
Bahwa cinta kutafsirkan ialah perlu
Tanpa dia, lirik dan larik hanyalah kata-kata kosong.
Sendu. Sunyi. Termenung
Tak ada rasa, bagai mentari yang bersembunyi dari awan yang mendung
Namun bila kembali pada hati ini
Selalu aku bertanya, perlukah dia hadir saat ini?
Sedang ia selalu kontra dengan norma
Hanya membuatku berpijak pada nestapa.
Nelangsa.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar. Akan saya pelajari untuk menjadikan konten ini semakin baik ya.