Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Kenikmatan yang Fatamorgana

Gambar
Heran bukan kepalang si Hadzami kala itu. Bahkan, tiga per empat jam tidak terasa ia habiskan dengan jalan tergesa.  “Ampuni aku Tuhan. Ampuni aku. Amouni aku.” Di setiap langkahnya. “Mengapa akal ku membisik seperi ini? Duhai kalbu, mengapa engkau menggundahkan hal kecil bak debu?”  Tak jarang ia senyum sinis pada dirinya selama ia berjalan. Ia merenung pada apa yang baru saja terjadi. Seminggu terakhir Hadzami memimpikan segala hal yang menjanjikan dari Pak Soleh, mandor desa yang namanya sangat amat menjadi cerminan dirinya. Kau tahu apa maksudnya, tentu. Singkat cerita, Hadzami duduk sambil menyeruput kopi hitamnya di Kedai Kopi Bijak Bestari. Barang lima menit, datanglah mandor Soleh membawa map biru. Terlalu klimis Ia sudah seperti Pak lurah.  “Tidak kerja kau selama liburan ini, Hadzami?” “Tidak, pak Soleh. Aku pun bekerja di negeri seberang sambil kuliah. Tiada bijak kiranya tubuh dan ragaku kembali dibuat sibuk.”  “Alamak, baru saja kau duduk di negeri orang...