Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

5. Jujur itu Emas (?)

Apabila diperhatikan lebih jeli, cahaya bulan tidak begitu terang saat waktunya tiba di hilir. Dia seperti layu dan tidak bersemangat. Seolah terjadi kabut di dataran bulan. Maksudku, memasuki pergantian bulan Islam, entah mengapa aku meyakini bulan begitu merenung. Namun kiranya, malam ini sangatlah mendukung Ropi. Peristiwa siang tadi, yang awalnya akan dikira berbuah manis ternyata berujung derita. Sebagaimana hukum alam, penyesalan datang di akhir. “seharusnya aku tidak melakukan itu!” ujarnya kepada Yahya. Dia menghabiskan waktu malamnya di rumah Yahya. Sambil menatap bulan yang juga ikut merenung, dia masih tidak bisa menerima apa yang terjadi. Meskipun sabab-musababnya adalah kelakuan dia sendiri dan teman-temannya. “sudahlah, paling hanya sesaat. Besok kau datang dan meminta maaf saja.” Jawab Yahya. “aku tidak siap dimarahi pak Kades.” Keluh Ropi. “Aku yakin Julaeha malam ini menceritakan semuanya. Aku juga tidak mau pulang sebab pasti pak Kades t...