Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Hadzami dan Mala

Para nelayan sedang bahu membahu menyiapkan jejaring untuk berlaut malam ini. Matahari sudah mulai tersipu malu di barat. Beberapa awak kapal, dengan ukuran yang sedikit lebih besar, juga sudah mulai terlihat sibuk dengan persiapan kebutuhan berlayar malam ini. Setidaknya ada gentong isi solar, bahan makanan, dan umpan. Di seberang garis pantai yang dibelah oleh jalan, anak-anak nampak asyik bermain sepak bola. Bahkan mereka tanpa menggunakan sepatu. Hadzami tetap berjalan menunduk. Beberapa kerikil kadang ia tendang. Hatinya sedang remuk dan ia merasa seperti peran pecundang di film barat yang baru saja gagal dari pekerjaannya, memegang jasnya dengan tangan kirinya dan menggenggam sekaleng bir di tangan kanan. Hiruk pikuk sekelilingnya, becak yang lalu lalang, semangatnya para nelayan, senyumnya para pedaganng pasar karena telah untung banyak di hari ini, sekalipun tidak menggairahkan jiwa Hadzami. Bahkan, mentari yang semakin menghilang, juga mendukung kelamnya suasana Hadzami. I...