Sajak Dini Hari
Untuk Melati.
Rembulan ke dua belas dini hari ini
Mengembalikan ku pada goresan abadi
yang tak lagi menari
Seri seri melati yang kala itu hadir
Perlahan pergi tertiup angin nadir
Meninggalkan sisa pada jiwa yang fakir
"Duhai purnama, putih sucimu telah membunuh kesunyian malam ini."
"Duhai melati, apakah memang sesetia ini aromamu pada rongga hidung ini?"
Begitulah kiranya
Kisah nasib jiwa yang selalu meronta
Hanya berkutat pada kerinduan semata
Pada melati di bawah sinar purnama

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar. Akan saya pelajari untuk menjadikan konten ini semakin baik ya.