Ujung Timur Jazirah


Mungkin untuk sebagian di antara kita masih jarang mendengar atau bahkan membahas negara kerajaan yang satu ini, ya, Kesultanan Oman. Memang sih ini masih negara berkembang. Sebagai negara teluk pun, hanya Oman yang masih berkembang. Di sampingnya ada UAE dengan Dubainya, Saudi Arabia dengan sejarah Islamnya dan wisata rohaninya, Qatar dengan Dohanya, atau ada juga Bahrain dan Kuwait. Tapi teman-teman, janganlah kalian berprasangka dulu, di sini saya akan berbagi betapa eksotisnya negara ini dari beberapa aspek.

  
Gerbang Sultan Qaboos Grand Mosque, Muscat, sebagai gerbang dari cerita ini. 

Yap, biar enak ceritanya, saya menulisnya dengan runut aja ya. Alhamdulillah, perjalanan saya dalam menuntut ilmu berbuah manis, meski memang banyak kegagalan-kegagalan di awal. Waktu itu, saya dapat kesempatan untuk mengikuti short course di Sultan Qaboos College, Oman. Lembaga ini ada di bawah naungan Pemerintah Oman, maka biayanya juga tidak sepenuhnya yang kita bayarkan. Gampangnya, kita sudah dapat potongan yang begitu besar, kira-kira 70—80%.

Ketika diumumkan bahwa saya lulus dari tes, tentu bersyukur dong. Lalu mempersiapkan segalanya, tepat tahun lalu, Maret 2018, saya berangkat. Hehe, waktu itu maskapai Emirates lagi ada potongan, jadi sikat deh. Meski transit dulu di Dubai.

menikmati sunset bersama Emirates, sengaja duduk di agak belakang, biar dapet foto bagus. 


Pas tiba di Oman, kerennya adalah, kita dijemput. Waktu itu kebetulan jam tiba saya hanya sama dengan seorang teman dari Inggris. Maka kami dijemput menggunakan mobil mewahnya. Wah, benar-benar berasa disambutnya. Sekitar 1—2 jam dari bandara di Muscat (Ibukota), saya telah tiba di asrama mahasiswa. Kami berada di sebuah distrik kecil, namanya Manah. Tapi ini cukup luar biasa dan strategis, karena juga dekat dengan wilayah Nizwa.

Singkat cerita, hari kedua di sana kami para peserta term tersebut diajak tour kecil ke kelas. Berkenalan dengan staf dan mengikuti ujian kemahiran. Iya, setiba kita di sana diuji lagi termasuk di dalamnya ada wawancara dengan guru. Setelah itu akan ditentukan deh kita duduk di kelas yang mana. Alhamdulillah waktu itu, saya ditempatkan di kelas advance.


Tugu depan bangunan Sultan Qaboos College: Teaching Arabic for Non-Native Speakers


KITA DITUNTUT AKTIF
Maksudnya adalah, kesempatan emas seperti ini jangan disia-siain deh. Ya, maksimalkan. Coba terus berbicara dengan bahasa Arab, banyak mendengar, banyak baca. Setidaknya saya sendiri merasakan manfaatnya.

Kegiatan kami di kelas selama 8 minggu program berjalan relatif stagnan tapi menarik. Tentu ada 4 kemahiran yang diajarkan, dan semuanya dibungkus rapi. Ada juga sesi debat bahasa Arab, presentasi bahasa Arab, membuat proyek singkat, juga bahkan belajar berkaligrafi! Keren kan. Hehe.

Bikin poster dan Presentasi

Kalau teman-teman ingin coba cari tahu lebih dalam perihal informasi short course ini, coba buka artikel ini berikut ini ya! Short Course Oman, oleh Comrade Gilang. lengkap banget. saya juga tahu ini dari artikel dia, lho! hehe.

Selain itu juga, kami diajak para pegawai dan guru, pada setiap rabu malam untuk bermain sepak bola. Ya, setiap minggunya, meski kami tidak pernah menang, tapi tak masalah kalau orang-orang yang beralasan seperti saya yaitu intinya ada keringat.

Tim Mahasiswa, jangan tanya deh siapa yang maennya kayak Maldini campur Nesta-nya Ac Milan.

 
Nah jadi aktivitas olahraga juga luar biasa di sana. Selain sepakbola, mereka juga menyediakan gym di asrama. Maksimal deh!

RIHLAH atau Jalan-jalan
Ini yang menarik, pastinya. Yaitu rihlah usbu’iyyah, atau jalan-jalan setiap minggu. Hehe bukan, bukan soal jalan-jalan ke supermarket, itu hanya setiap selasa dan sabtu. Tapi kalau yang ini, kami mengunjungi tempat wisata di Oman. Menarik lho!

Waktu itu pertama yang dikunjungi adalah bekas kastil, gampangnya gitu. Ini keren sih, bangunan dan perbentengan yang sudah sangat tua di Oman. Itu pun tidak terlalu jauh dari asrama kita. Kita menggunakan bus seolah untuk menuju tempat-tempat itu.

Baiklah, mohon maaf sangat, karena saya lupa banget dengan nama-namanya, intinya perjalanan kami tuh banyak sekali mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Saya sendiri, bilangnya itu adalah the Ancient Oman. Ya semacam kastil bekas masyarakat jaman dahulu tinggal. Liat aja foto-fotonya di bawah ini ya!
Salah satu kastil


dalam kastil


Kastil terbesar dan tertua di Oman


Wisata di Muscat
Selain itu, kami juga diajak mengunjungi wisata kota di Muscat. Sekiranya 1 jam 30 menit menuju kota, kami diajak berkeliling mengunjungi landmarks di Muscat. Kami mengunjungi masjid agungnya (Sultan Qaboos Grand Mosque), juga Opera (meski gak nonton hehe), dan mengunjungi museum nasionalnya.

Khusus untuk ke mesjid agungnya, temen-temen yang non-muslim juga boleh masuk. Tapi ada jam khususnya dan ada ruang khususnya. Hehe, jadi semua punya hak untuk melihat-lihat dan pelajari sedikit tentang tempat ibadah umat Islam.

Tampak Luar Masjid


Bagian dalam Masjid 


 Halaman Luar Royal Opera House


Halaman Dalam Opera


Salah satu dari ribuan koleksi museum



Foto di lingkungan istana Sultan


Jabal Akhdar
Buat temen-temen yang paham bahasa arab mah, pasti tau maksudnya jabal akhdar itu apa. hehe, ya, itu gunung hijau. Ya maksudnya, di daerah pegunungan itu emang banyak pepohonan. Mungkin karena sangat gersang, sekalinya ada yang banyak pohon, langsung dibilang daerah hijau.
 Banyak juga orang yang bermukim di sana. Bahkan orang-orang lampau juga. Ada reruntuhan kampungnya lho. seperti di gambar-gambar bawah ini. 
Reruntuhan kampung orang-orang lampau

Saya dan teman-teman sedikit candid, di salah satu sudut kampung orang-orang lampau.

kami juga mengunjungi tempat pembuatan parfum dari wewangian bunga. Atau, kami juga mengunjungi kebun dan perkampungannya. 
salah satu bunga yang dijadikan parfum.


Oh ya, ada Falj juga lho! itu kebanggaan dan khasnya Oman. Apa sih itu? Falj itu semacam aliran irigasi, untuk perkebunan. Dari puncak gunung, atau pegunungan yang punya sumber mata air, lalu air irigasi dialirkan sampai ke daerah-daerah yang jauh! Untuk kebutuhan apapun itu! Hebat ye.

 Falj, tempat saya tepat berdiri di atasnya, Irigasi khas di Oman.



Wilayah Timur
Kunjungan di minggu berikutnya adalah ke wilayat assyarqiyyah, atau wilayah timurnya Oman. Ada apa di sana?
Ada lautan gurun. Wah, akhirnya, pas dulu perjalanan dari Mekkah menuju Madinah cuman bisa liat dari mobil dan bus, tapi akhirnya di Oman saya bisa menginjak dan mendaki gurun. Luar biasa! Ciamik! seperti juga dengan background blog ini! hehe.
Foto seorang penjelajah, yang terus mencari ilmu Allah :D

Ada penangkaran penyu! Keren banget. Memang sih temen-temen kalau ikut program ini, mau ikut juga ke wisata ini, harus bayar lagi untuk hotel. Tapi gak apa lah, kesempatan langka. Sekitar 50 Riyal Oman, silahkan dikali sekitar 37 rb rupiah hehe.

Induk penyu sedang menutupi telur-telurnya dengan menggunakan pasir


Kita melihat penyu itu sekitar tengah malam, jam 11 atau jam 12 malem. Karena induk akan ke pantai, dan bertelur di sana. Agak ketat, dan ada pemandunya. Biar kita nggak ganggu kehidupan penyu.

Wisata lainnya, kita juga ngeliat bagaimana orang-orang di wilayah Timur, ngebuat kapal. Itu keren. Kapal mirip-mirip Phinisi-nya orang Sulawesi lho!

 Pabrik pembuatan kapal.

Di hari kedua, kami mengunjungi Wadi. Atau bahasa kitanya tuh Oase. Semacam danau kecil, air tawar, dan berada di tengah gurun atau di antara tebing-tebing. Wadi yang terkenal itu Wadi as Shab. Seperti, belum ke Oman kalau belum mandi di Wadi as Shab. Ada ikannya, airnya hijau-biru, dingin, luar biasa! Sebagaimana di gambar. Atau wadi yang satu lagi, (gambar kedua) itu airnya payau, karena sangat dekat dengan laut.

Wadi as Shab. Sekitar 20-30 menit untuk jogging dari tempat parkir ke pusat wadi. 



Wadi yang satu lagi, lupa namanya. airnya agak asin, karena dekat laut.


Salah satu momen menarik
Semua momen menarik lho! tapi ada satu juga yang menarik. Buat saya dan teman-teman. Teman saya dari Eropa. Beberapa di antara kami suka menonton movies. Waktu itu, beberapa teman menggunakan tv di ruang bersama. Kami yang sudah merencanakan nobar, kebingungan. Maka berdasarkan ide saya, kami pakai ruang fitness. Karena ada tv di situ. Hehehe.
Para pencinta Film yang gamau ketinggalan film-film terbaik dunia


Wisuda
Sama kayak kuliah, ada juga acara wisuda. Hari itu bukan diumumkan kelulusan sih. Hanya upacara penutupan program dan pembagian sertifikat. Ya hari terakhir saya di Oman waktu itu. Senang dan sedih. Karena malamnya saya langsung terbang dari Muscar International Airport ke Jakarta. Tapi, agar menjadi memorable, sengaja saya pakai batik. Warisan Indonesia lho! haha, teman saya dari Perancis memuji dan bilang, “you’re so colorful today! But it seems amazing, and I like it!
 
Hari terakhir, upacara penutupan program batch 29 dan pembagian sertifikat.

ya begitu lha singkatnya teman-teman, perjalanan saya mencari ilmu Allah sekaligus jalan-jalannya. Meski di tulisan ini lebih banyak jalan-jalannya, tapi jelas banyak banget pelajaran yang bisa diambil lho. selain kemahiran bahasa Arab, tentu budaya dan sejarah Oman saya pelajari dengan baik. Mereka, luar biasa!

Ingin bertanya-tanya tentang Oman, silahkan hubungi saya. Bisa melalui posting komentar di sini, atau buka halaman berikut (Diskusi dengan Saya). Terima kasih!!!






Komentar