Hidup Konyol
Hadzami, oh, Hadzami. Kau sadar, kehidupan memang sangat konyol. Bagi kalangan religius, mungkin, hanya karena kamu kurang bersyukur. Hadzami sendiri sepertinya sudah yakin bahwa dirinya sudah beribadah rajin. Tapi, masalah yang selalu dia hadapi membuat dia merasa tidak mendapatkan keadilan dari Sang Kekasih.
Hadzami, sambil menyeruput kopi susunya, yang entah menurut dia ini adalah segelas susu manis yang diberi sedikit kopi, tersenyum getir sambil meyakinkan bahwa memang dirinya sedang ditempa dan ditimpa banyak kegagalan.Sambil membaca buku bacaannya, alis Hadzami mengernyit. Jumlah penghambaan dirinya sudah cukup bahkan berlebih. Dia baru saja sadar. Ya, hakikat. Dia tidak mendapatkan hakikatnya. Itu saja.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar. Akan saya pelajari untuk menjadikan konten ini semakin baik ya.