Pinus

Teringat juga Hadzami pada suatu hari ketika segala masalah berkumpul dalam pikirannya. Saat itu, Hadzami berada di bawah tekanan. Dia berlari, dia ambil ontelnya, digowes pedalnya ke hutan pinus.

Hadzami tidak sendiri di sana. Itu merupakan tempat rekreasi warga Riau untuk bercengkrama dengan keluarga. Hadzami sandarkan sepedanya pada batang pohon pinus.

Ia duduk bersandar pada batang pohon lainnya. Ia melihat seorang ibu dengan dua anaknya. Mereka serasi dan harmonis. Hanya dengan itu, Hadzami merasa tenang.

Komentar