Kopi itu Elegan!
Tersenyum Hadzami atas mimpinya pagi tadi. Sambil menyeruput cangkir keduanya, Hadzami berpikir. "Kopi itu elegan. Warna coklatnya suci. Pekat atau tidak, dia mahal. Pahit, asam, atau sekedar pakai susu, dia amboi!"
Setiap dia minum kopi, dia ingat elegan. Setiap kata elegan hadir dalam pintu benaknya, bergetar kalbunya. Teringat pula dia pada gaya kamar di mana kejadian hari itu terjadi.Indah di benak, mungkin. Tapi, sakit di kalbu. Kejadian malam itu selalu merusak pikirannya. Tapi dia juga benci, setiap mengingat kopi dia ingat kamar itu. Tapi dia suka kopi. "Halah, dunia!" Sinis Hadzami.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar. Akan saya pelajari untuk menjadikan konten ini semakin baik ya.