Secangkir Kopi Hadzami
Hanya secangkir kopi yang tidak banyak mau. Hanya secangkir kopi yang tidak banyak tingkah. Dia bijak. Dia lembut. Dia mendayu-dayu. Dan dia setia.
Hadzami, seperti biasa dengan ritual paginya, pergi ke kedai kopi Bijak Bestari. Kedai kopi ini berdiri di sudut persimpangan di Rumbai Bukit. Para petanilah yang sering mengunjungi kedai yang dijaga Nur itu. Seperti kopi, mereka pun tidak muluk-muluk pada pesanannya. Kopi pahit, kopi hitam, atau kopi susu. Hanya itu. Mereka setia, seperti kopi yang mereka seruput.Hadzami hari ini cukup bersantai. Ditemani kopi hitamnya, dia membaca harian Kabar Riau. Terpampang jelas di halaman pertama, "Moral yang Tak Kunjung Usai." Aneh memang judul beritanya.
Penulis artikel itu ternyata mengkritik keras bagaimana bobroknya moral masyarakat. Khususnya generasi baru. Dimarahi guru, orsng tuanya kembali memarahi guru. Lucu sekali menurut Hadzami. Sambil tersenyum getir, Ia seruput kopi hitamnya.
#secangkirkopi #secangkirkopihitam #kafe #kopi #ceritakopi #1 #blackandwhitephotography #personal #coffee #coffeebreak #peminumkopi #penikmatkopi
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar. Akan saya pelajari untuk menjadikan konten ini semakin baik ya.