Itu hari Sabtu
Di tengah hiruk pikuknya kendaraan umum di Riau, dan betapa sibuknya kernet menghitung pendapatannya, dan betapa pusingnya sopir memikirkan makanan untuk keluarganya, Hadzami masih menyeruput kopi hitamnya pagi itu. Masih di cangkir yang kedua, kawan.
Hari itu adalah hari Sabtu. Sebagai pelayan masyarakat, dia libur. Senin sampai jumat saja yang tega mengharuskan dia ke kantornya. Mengingat kata 'sabtu', Hadzami berjalan kembali pada kenangannya di puncak bukit Malabar.Bersama beberapa sejawat saat ia kuliah, Ia berkemah di sana. Canda tawa dinikmatinya sepanjang malam. Mungkin karena terlalu lelah, tak sadar Ia sudah terbaring.
Adzan subuh dari perkampungan sudah terdengar. Hadzami keluar kemudian takjub Ia melihat bangkitnya surya dengan ketegasan warna merahnya.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar. Akan saya pelajari untuk menjadikan konten ini semakin baik ya.